Sejarahqu’s Blog

  • 12:30:27 am on November 4, 2008 | 0

    Orang Perancis menyebutnya mal de mer. Bahkan pelaut kawakan bisa mengalami mabuk laut. Kalau di kapal terbang disebut mabuk udara. Banyak pula yang mabuk dalam perjalanan bermobil. Di taman hiburan  ada yang mabuk ketika naik roller coaster. Berbagai mabuk ini dalam bahasa Inggris bisa diwakili dengan satu istilah, motion sickness.

    Motion sickness terjadi karena otak kita menerima informasi yang salah (membingungkan) mengenai lingkungan. Untuk membantu keseimbangan badan, sistem pancaindera kita secara terus menerus mengumpulkan informasi mengenai sekeliling kita dan mengirimkannya ke telinga dalam. Dan seperti komputer, informasi tersebut setelah diorganisir,  dikirimkan ke otak.

    Jika terjadi ketidak cocokan antara apa yang diindera oleh telinga dalam dengan apa yang diindera oleh mata kita, maka kita bisa mengalami mabuk. Tidak semua orang mengalaminya, tapi bagi yang mengalaminya tanda-tandanya jelas. Kita bisa pusing tujuh keliling. Kita berkeringat. Kita merasa mual, ingin muntah. Kulit kita menjadi pucat. Dan jeleknya keadaan ini makin lama makin parah.

     

    Tapi ada cara-cara untuk mengatasinya.

    Jauhkan ketakutan akan mabuk. Mabuk laut dsb. untuk sebagian  bersifat psikologis. Kalau Anda berpikir akan muntah, kemungkinan Anda bisa jadi muntah. Karena itu alihkan pikiran ke hal-hal yang menyenangkan.

    Biarlah orang lain yang mengurus si mabuk. Kita bersimpati kepada orang yang mabuk dan menyandarkan kepalanya di bahu kita. Tidak lama lagi kita akan ikut mabuk. Ini adalah perwujudan dari teori domino.

    Arahkan hidung ke tempat lain. Bau sisa pembakaran mesin, bau ikan yang membusuk

    dan bau tidak sedap lainnya ikut juga mendorong rasa mual. Dalam keadaan demikian arahkan hidung ke tempat lain.

    Lakukan perjalanan malam hari. Kemungkinan untuk mabuk berkurang kalau perjalanan dilakukan malam hari. Sebab pada malam hari lebih sedikit gerakan yang terlihat dibandingkan dengan siang hari.

    Cari kesegaran. Cegahlah rasa mual dengan menghirup udara segar. Di kapal laut berdirilah di dek agar mendapatkan hembusan angin laut. Di pesawat udara nyalakan ventilasi di atas kepala kita.

    Diam di tempat duduk. Tanpa gerakan ekstra, otak kita sudah bingung. Oleh karena itu usahakan agar kepala kita terutama sekali, diam.

    Iklan
     

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: